SELAMAT DATANG

zwani.com myspace graphic comments

Baleo cipta fauna adalah suatu bentukan usaha peternakan hewan babi di Kabupaten Lembata-NTT dimana usaha ini merupakan salah satu bagian dari kesepakatan kerjasama bersama antara pihak swasta di Jakarta dan pihak gereja katholik dalam hal ini Dekenat Lembata-NTT.

Dimana kami hadir di lembata untuk sebagai ” Triggering ” atau ” Pemicu ” bagi pihak-pihak lain yang sama misinya dengan kami untuk membangun kemandirian finansial bagi masyarakat lembata pada khususnya dan perkembangan ekonomi daerah lembata pada umumnya.

Kami merasakan bahwa perlu adanya perubahan yang mendasar dan tepat sasaran bagi masyarakat Lembata dan oleh karenanya kami mencoba untuk memulai langkah ini dengan melakukan usaha peternakan hewan babi di Lembata.

Dan tentunya kami sadari bahwa apa yang kami lakukan tentunya tidaklah mudah namun kami yakin dan percaya dengan usaha dan perjuangan yang gigih serta dibantu oleh pihak masyarakat dan tentunya pihak gereja apa yang kami perbuat akan mendapatkan hasil yang baik dan tentunya berguna bagi seluruh masyarakat Lembata.

Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hewan ternak babi bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dimana Kabupaten Lembata merupakan bagian dari Masyarakat tersebut adalah hewan ternak yang sangat mempunyai tempat yang sudah merakyat dimana hampir setiap masyarakat di sana memelihara hewan ternak babi.

Oleh karena hewan ternak babi mempunyai nilai adat budaya yang sangat tinggi dan nilai ekonomi yang cukup baik  namun yang disayangkan adalah pola pemeliharaan dan perawatan hewan ternak babi tersebut kurang mendapatkan perhatian yang baik.

Sehingga banyak masyarakat melakukan pemeliharaan yang seadanya saja, dan tentunya hal inilah yang pada akhirnya membuat pertumbuhan dari hewan-hewan ternak babi tersebut tidak maksimal.

Melihat hal tersebut sangatlah memprihatinkan kita semua dimana hewan-hewan ternak babi mudah dan rentan terserang penyakit terlebih bila terjadinya wabah penyakit menular.

Dan bila hal ini terjadi tentulah masyarakat jugalah yang akan mendapatkan kesulitan ataupun kesusahannya bahkan sampai pada menurunnya tingkat finansial mereka.

Baleo cipta fauna berusaha mencoba untuk memulai membangun kemandirian finansial bersama-sama dengan masyarakat Lembata.

Harapan kami mereka masyarakat Lembata pada akhirnya terangkat kemandirian finansialnya dengan bekerja sama bahu membahu dengan kami.

Kami berusaha untuk mengajak masyarakat Lembata untuk melakukan pemeliharaan hewan ternak babi secara baik.

Kami pada akhirnya akan terus mencoba berperan aktif untuk masyarakat lembata melalui usaha peternakan hewan babi.

Kiranya semua ini pada akhirnya dapat menjadi salah satu jawaban didalam menjawab kemandirian finansial bagi masyarakat lembata disamping usaha-usaha mereka sendiri yang sudah berjalan seperti bercocok tanam, menangkap ikan, dan usaha-usaha di sektor riil lainnya.

Salam dari kami

Anton Baleo

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

- Berita Pembibitan Ternak Babi di NTT

NTT Kembangkan Pembibitan Ternak Babi
FRIDAY, 15 OCTOBER 2010 18:53 CHUN

Kupang, FloresNews.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui PT Flobamor bekerja sama dengan Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta dan PT Charoen Pokphand Indonesia akan mengembangkan pembibitan ternak babi di wilayah NTT. “Jenis ternak babi yang akan diuji coba pengembangannya di dua kabupaten di provinsi kepulauan itu adalah jenis Duroks dan Lenders,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang, Jumat.

“Tahap pertama ini ada 200 ekor. Kita bagi untuk dua daerah yakni Kabupaten Kupang 100 ekor untuk memenuhi kebutuhan bibit anak babi di Pulau Timor dan 100 ekor lainnya di Sikka yang akan dipasarkan untuk wilayah Flores” katanya.

Dia mengatakan jenis babi ini sudah bisa dijual pada usia lima atau enam bulan dengan harga berkisar antara Rp2-3 juta per ekor. Dalam hubungan dengan kerja sama ini, PT Charoen Pokphand Indonesia berperan sebagai pemasok pakan ternak.

Gubernur mengatakan potensi pasar ternak babi di NTT sangat besar, karena setiap tahun ribuan ekor ternak babi dipotong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini. Salah satu rumah makan di daerah Baun, Kecamatan Amarasi, sekitar 15 km dari pusat ibu kota Provinsi NTT, misalnya, setiap bulan membutuhkan rata-rata 240-250 ekor ternak babi.

Rumah makan yang sudah terkenal hingga ke tingkat nasional ini kata Gubernur Lebu Raya, rata-rata memperoleh keuntungan bersih dari setiap ekor babi yang dipotong berkisar antara Rp3-4 juta. “Saya sudah beberapa kali bertemu dengan pemilik rumah makan ini. Setiap tahun usaha ini memperoleh keuntungan di atas Rp9 miliar,” katanya.

Hal ini berarti potensi usaha ternak babi di daerah ini sangat terbuka karena sudah tersedia pasar, katanya. “Ini baru satu rumah makan, sementara di Kupang saja, ada begitu banyak rumah makan yang menyediakan hidangan khusus daging babi. Kalau satu rumah makan membutuhkan 200 ekor per bulan maka kalau ada sepuluh rumah makan, maka ada 2.000 ekor ternak babi yang dibutuhkan setiap bulan,” katanya.

Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk membangun usaha peternakan babi karena hasilnya dipastikan akan memberi manfaat bagi kesejahteraan keluarga, kata Lebu Raya.(ant)

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

- Pelantikan pengurus ASPPEBI

WAGUB NTT LANTIK PENGURUS ASPPEBI
Kupang-SI. Wakil Gubernur propinsi Nusa Tengga Timur, Ir. Esthon L. Fonay, M.Si melantik pengurus Asosiasi Peternak dan Pengusaha Babi (ASPPEBI) propinsi Nusa Tenggara Timur pada hari kamis, 07/07/2011 malam di hotel Cristal yang dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari Pengusaha dan Peternak Babi seluruh NTT serta undangan khusus direktur utama Bank NTT, Rektor Universitas Nusa Cendana dan ketua Asosiasi Monogastrik Indonesia.

wakil Gubernur NTT menyampaikan profisiat kepada ketua dan seluruh pengurus ASPPBI yang baru dilantik, “Semoga hari ini dengan semangat yang berkobar untuk mendirikan ASPPEBI bukan hanya sekedar mencari nama tetapi akan berlanjut terus berlanjut dan menjadi ladang yang bermanfaat baik bagi pengusaha maupun bagi peternak babi di NTT”. Selain itu Fonay mengatakan bahwa “pemerintah akan terus mendorong para peternak dan pengusaha agar mendapatkan dispensasi dari pihak Perbankan sehingga menyediakan modal untuk pengembangan usaha”.

Salain itu Fonay mengatakan peran bahwa kemitraan pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk saling memotivasi dalam pengembangan usaha. Beliau menghimbau agar tetap menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tidak ada pihak lain yang merasa terganggu dalam keberlangsungan usaha ternak Babi.

Ketua Asosiasi Monogastrik Indonesia Dr.Ir. Rahmawati W. Siswadi menambahkan dalam sambutannya bahwa Indonesia Bagian Barat masih mengangap usaha ternak Babi adalah haram, sedangkan hampir sebagian masyarakat NTB beragama Islam tetapi beternak Babi karena mereka melihat itu sebagai peluang usaha yang mendatangkan keuntungan besar yang tidak dilakukan oleh orang lain. Devisa ternak terbesar ke-II di Indonesia adalah ternak Babi, maka saya patut menyampaikan terima kasih kepada peternak dan pengusaha Babi di NTT karena telah turut mengambil bagian dalam menunjang devisa ternak di Indonesia. Kata Ibu Rahmawati.

Ketika ditemui ketua ASPPEBI Tata Vinsensius, SH.MM disela-sela acara pelantikan, beliau mengatakan bahwa ASPPEBI didirikan dengan tujuan untuk membina para pengusaha dan peternak Babi dalam hal mengantisipasi penyakit dan harga jual-beli dipasar. Usaha peternakan Babi saat ini belum memenuhi permintaan pasar, maka ini merupakan tanggungjawab kita semua dan khususnya para pengusaha dan peternak babi. Kami dari ASPPEBI mengharapkan agar pemerintah mempermudah ruang gerak kami dalam mendapatkan pakan ternak dan obat-obatan untuk menghindari terjadinya penyakit Babi, hal ini juga dapat mewujudkan program pemerintah NTT yaitu propinsi ternak. Kata Tata Vinsensius. (Yohanes P/Lorens. M. Dadi)
Dikutip dari http://www.suryainside.com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

- Foto bagian kandang ( setelah dibangun ulang ) babi baleo group

Kandang Babi Baleo Group     Berikut kami tampilkan

Foto salah satu bagian kandang babi baleo group

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

- Berita tetang meredanya wabah penyakit Hog cholera pada hewan ternak babi di Lembata

Syukurlah, Hog Cholera di Lembata Sudah Reda

“Penutupan sementara dilakukan selama 3 bulan sampai dinyatakan bebas barulah dibuka lalulintas ternak babi,” Semuel Rebo, Kadis Peternakan NTT.
Jumat, 9 September 2011 | 23:58 WITA
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Penyakit Hog Cholera atau penyakit ngorok yang menyerang ternak babi di Kabupaten Lembata sudah bisa ditangani. Antisipasi yang dilakukan pemerintah dengan menutup lalulintas ternak babi selama kurang lebih tiga bulan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT, Ir. Semuel Rebo, kepada Pos-Kupang.Com, Jumat (9/9/2011).

Menurut Semuel Rebo, kasus Hog Cholera di Kabupaten Lembata sudah reda tapi pemerintah masih terus memantau kasus di lapangan, selain memberi vaksin kepada ternak yang sehat.

“Kita minta daerah itu ditutup dari lalulintas ternak babi. Upaya ini ditempuh untuk mengurangi dan mengantisipasi terjadi perpindahan babi dari daerah itu keluar. Penutupan sementara dilakukan selama 3 bulan sampai dinyatakan bebas barulah dibuka lalulintas ternak babi,” ujar Semuel Rebo.

Editor : Novemy Leo »» Penulis : Oby Lewanmeru »» Sumber : Pos-Kupang.Com

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar