– Pelantikan pengurus ASPPEBI

WAGUB NTT LANTIK PENGURUS ASPPEBI
Kupang-SI. Wakil Gubernur propinsi Nusa Tengga Timur, Ir. Esthon L. Fonay, M.Si melantik pengurus Asosiasi Peternak dan Pengusaha Babi (ASPPEBI) propinsi Nusa Tenggara Timur pada hari kamis, 07/07/2011 malam di hotel Cristal yang dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari Pengusaha dan Peternak Babi seluruh NTT serta undangan khusus direktur utama Bank NTT, Rektor Universitas Nusa Cendana dan ketua Asosiasi Monogastrik Indonesia.

wakil Gubernur NTT menyampaikan profisiat kepada ketua dan seluruh pengurus ASPPBI yang baru dilantik, “Semoga hari ini dengan semangat yang berkobar untuk mendirikan ASPPEBI bukan hanya sekedar mencari nama tetapi akan berlanjut terus berlanjut dan menjadi ladang yang bermanfaat baik bagi pengusaha maupun bagi peternak babi di NTT”. Selain itu Fonay mengatakan bahwa “pemerintah akan terus mendorong para peternak dan pengusaha agar mendapatkan dispensasi dari pihak Perbankan sehingga menyediakan modal untuk pengembangan usaha”.

Salain itu Fonay mengatakan peran bahwa kemitraan pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk saling memotivasi dalam pengembangan usaha. Beliau menghimbau agar tetap menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tidak ada pihak lain yang merasa terganggu dalam keberlangsungan usaha ternak Babi.

Ketua Asosiasi Monogastrik Indonesia Dr.Ir. Rahmawati W. Siswadi menambahkan dalam sambutannya bahwa Indonesia Bagian Barat masih mengangap usaha ternak Babi adalah haram, sedangkan hampir sebagian masyarakat NTB beragama Islam tetapi beternak Babi karena mereka melihat itu sebagai peluang usaha yang mendatangkan keuntungan besar yang tidak dilakukan oleh orang lain. Devisa ternak terbesar ke-II di Indonesia adalah ternak Babi, maka saya patut menyampaikan terima kasih kepada peternak dan pengusaha Babi di NTT karena telah turut mengambil bagian dalam menunjang devisa ternak di Indonesia. Kata Ibu Rahmawati.

Ketika ditemui ketua ASPPEBI Tata Vinsensius, SH.MM disela-sela acara pelantikan, beliau mengatakan bahwa ASPPEBI didirikan dengan tujuan untuk membina para pengusaha dan peternak Babi dalam hal mengantisipasi penyakit dan harga jual-beli dipasar. Usaha peternakan Babi saat ini belum memenuhi permintaan pasar, maka ini merupakan tanggungjawab kita semua dan khususnya para pengusaha dan peternak babi. Kami dari ASPPEBI mengharapkan agar pemerintah mempermudah ruang gerak kami dalam mendapatkan pakan ternak dan obat-obatan untuk menghindari terjadinya penyakit Babi, hal ini juga dapat mewujudkan program pemerintah NTT yaitu propinsi ternak. Kata Tata Vinsensius. (Yohanes P/Lorens. M. Dadi)
Dikutip dari http://www.suryainside.com

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s