– BETERNAK BABI 2

BETERNAK
BABI
Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) LPTP Koya Barat, Irian Jaya No. 06/96
Diterbitkan oleh: Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat
Jl. Yahim – Sentani – Jayapura
Februari 1996 Agdex. 440
I. PENDAHULUAN
Di Irian Jaya populasi ternak yang paling banyak adalah ternak babi, sebanyak
413.259 ekor pada tahun 1993. Bagi masyarakat Irian Jaya ternak babi sangat
penting artinya dalam keterkaitan-nya dengan adat istiadat atau dapat dikatakan
bahwa ternak babi sudah dipelihara sejak turun temurun. Cuma pemeliharaan ternak
masih secara sederhana atau tradisional, contohnya seperti makanannya masih
tergantung pada sisa-sisa dari dapur dan ubi-ubian, dikandangkan tetapi
kadang-kadang dilepas dengan sistem perkandangan tradisional, sistem
pemeliharaannya hanya semata-mata ditujukan kepada kepentingan adat-istiadat
dan kurang memperhatikan aspek ekonomisnya sehingga kurang memperhatikan
faktor faktor produksi dalam usaha peternakan babi. Untuk meningkatkan produksi
dan mutu ternak babi maka perlu usaha perbaikan melalui makanan, tatalaksana
dan bibit yang dikelola.
II. CARA BETERNAK BABI
1. Memilih bibit yang baik
Pemilihan bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu
usaha peternakan. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan pada waktu
memilih bibit:
a. Babi yang sehat, bentuk tubuh yang baik ciri-cirinya : letak
puting simetris dan jumlah 12 buah kiri dan kanan, ambing yang
besar dengan saluran darah terlihat jelas, tubuh yang padat dan
kompak, kaki yang tegap dan kokoh, tubuh yang panjang
dibandingkan dari babi-babi yang sama umur.
b. Anak babi yang akan di ternakan sebaiknya berasal dari induk
yang sering menghasilkan anak banyak atau biasanya
mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu kelahiran dan
sanggup atau menjaga anak-anaknya sampai saat lepas susu,
maupun pejantan yang sanggup atau mempunyai kemampuan
kawin serta menghasilkan anak lebih dari 5 ekor.
2. Pemeliharaan
Anak babi sejak lahir sampai berumur 10 hari menghadapi suatu masa
kritis sebab anak babi sangat sensitif dan tidak berdaya menghadapi
lingkungan yang berat. Kematian anak babi sangat menonjol apabila
tatalaksana dan pemeliharaan induk dan anak kurang baik. Oleh
karena itu perlu diperhatikan beberapa hal dalam pemeliharaan
anak-anak babi misalnya:
- Pembuatan kandang dengan sekat pengaman dalam kandang,
tempat makan.
- Menjaga kebersihan kandang secara teratur dan kontinyu.
- Segera setelah anak babi lahir, tali pusar diolesi obat merah
untuk menghindari infeksi.
- Memberi makan dan minum secara teratur.
- Bila induk babi mati, anak babi yang masih kecil dapat dipisahkan
ke induk yang lain atau diberi susu pengganti sebanyak
0,2-0,4 liter/ekor/hari sampai umur 4-5 minggu.
Babi jantan yang digunakan sebagai pejantan pada umur 10 bulan
dapat mengawini 1 sampai 2 ekor babi betina/hari dan dalam seminggu
jangan lebih dari 3 kali kawin.
Perbandingan jumlah pejantan dan induk babi 1 ekor : 8-10 ekor. Anak
babi yang tidak digunakan sebagai calon pejantan sebaiknya segera
dikebiri berumur kira-kira 3 minggu.
Babi yang digunakan sebagai calon induk dikawinkan pertama kali
pada umur 9 bulan, sedangkan induk babi yang baru melahirkan sudah
dapat dikawinkan kembali setelah umur 12 minggu atau setelah
anaknya disapih.
3. Perkandangan
Ada dua jenis kandang untuk peternakan babi.
1. Jenis kandang tunggal : Kandang yang terdiri satu baris
memanjang yang dipetak-petak.
2. Jenis kandang ganda : Kandang yang terdiri dari dua baris yang
letaknya saling berhadapan atau mempunyai jalan ditengah
untuk dapat memberikan pelayanan dan perawatan terhadap
ternak babi.
Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang
babi :
a. Kandang dibangun dengan model terbuka dibagian atas dinding
kandang, supaya mendapat cukup sinar matahari dan
pertukaran udara yang cukup baik. Bagian bawah kandang
kalau memungkinkan dapat dibuat tembok setinggi 1 meter.
b. Lantai kandang sebaiknya dibuat dari dasar yang kuat dan kalau
memungkinkan dapat dibuat lantai semen, tetapi usahakan
jangan terlalu licin serta sedikit miring.
c. Disamping kandang dibuat saluran air, yang berfungsi
membuang kotoran sewaktu membersihkan kandang. Lebar
maupun dalam saluran kurang lebih 25 cm dan agak miring,
kemudian letak pembuangan kotoran agak jauh dari kandang.
d. Atap dapat dibuat dari seng tetapi sebaiknya terbuat dari bahan
yang tidak menyerap panas misalnya daun sagu atau daun
alang-alang.
e. Luas kandang
- Kandang beranak dengan ukuran 2,5 meter panjang dan
lebar 1,5 meter
- Kandang untuk ekor pejantan berukuran 3 x 2 meter.
- Kandang untuk babi berumur 3 bulan - 1 tahun dengan
ukuran panjang 1 meter dan lebar 1 meter untuk tiap
ekor.
4. Ransum dan Cara Pemberiannya
Makanan untuk babi biasanya merupakan campuran basil-basil
pertanian dan basil-basil ikan, sisa-sisa dapur/warung, hijauan muda
sebagai sumber vitamin seperti kangkung, keladi, ketela pohon, garam
dapur dan lain-lain.
Susunan makanan yang diberikan seperti bungkil kelapa, dedak,
jagung, sisa-sisa ubi kayu, ubi jalar dan daun-daun ikutan pertanian.
Jumlah makan yang diberikan:
- Untuk anak babi berumur kurang lebih 8 minggu 0,25 kg/
ekor/hari
- Untuk anak babi berumur 1 tahun sebanyak 2 kg/ekor/hari.
- Untuk induk yang tidak menyusui/ tidak bunting kurang lebih 2
kg/ekor/hari.
- Untuk induk babi yang bunting sebanyak kurang lebih 2,5
kg/ekor/hari.
- Untuk induk menyusui 2 kg/ekor/hari ditambah dengan jumlah
anak dikalikan 0,25 kg/ekor/hari.
- Untuk pejantan sebanyak 3 – 4 kg/ekor/hari.
Makanan diberikan 2-3 kali sehari dan tidak mutlak harus dimasak
karena zat-zat vitamin dalam campuran makanan yang dimasak akan
rusak atau hilang, namun ada pula yang perlu dimasak seperti ubi
kayu, daun keladi dan kacang kedelai sebab mengandung racun, dapat
menimbulkan gatal gatal, mengandung zat anti metabolik.
Ternak babi disamping membutuhkan makanan juga membutuhkan air
minum yang bersih setiap hari dan disediakan secara tak terbatas
dalam kandang sehingga babi dapat minum sesuai dengan
kebutuhannya.
(YS/002/96)
Sumber: Anonim, 1993. Irian Jaya Dalam Angka
Anonim, 1974. Beternak Babi. Penerbit Yayasan Kanisius
Anonim, 1986. Teknik Beternak Babi, Deptan.

Satu Balasan ke – BETERNAK BABI 2

  1. yohanes johan berkata:

    Komposi ransum yang baik susunannya bagaimana?, kalau ampas parutan kelapa bisakah diberikan untuk anak babi yang masih kecil pada fase starter , tks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s